![]() |
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sekadau, Timotius Ase. (Foto:dok/red) |
Beberapa hari
yang lalu pada tanggal 1 April 2025 kondisi salah satu jalan poros Bantok-Bak
Merat yang tembus ke jalan poros Sengkabang-Keliat, Sungai Tapah-Seloi sempat
di posting di akun facebook salah satu warga dan memposting foto saat menggotong
orang yang sedang sakit memakai tandu menuju Puskesmas terdekat dikarenakan
jalan rusak tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga terpaksa dipikul warga
memakai tandu. Menurut informasi yang diterima oleh media ini jalan yang rusak
tersebut kurang lebih 3 (tiga) kilo meter.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau, Timotius Ase pun menanggapai dengan serius hal tersebut. Legislator Partai PERINDO ini mengatakan, kondisi curah hujan yang cukup tinggi, jalan rusak di semua lini membuat arus transportasi di wilayah PT KBP Lumpuh. Selain itu lanjut dia, PT KBP juga kekurangan alat berat sehingga kurang maksimal untuk memperbaiki beberapa ruas jalan yang rusak.
“Karena
jalan rusak sehingga menyebabkan masyarakat terpaksa harus bergotong-royong memikul
salah satu warga yang sakit menggunakan tandu untuk dibawa berobat ke
Puskesmas terdekat karena sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” kataTimotius
Ase melalui chatting Whatsapp yang diterima media ini, Kamis (3/4/2025) malam.
Timotius Ase mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali menghubungi pihak perusahaan (PT. KBP) agar memperbaiki jalan yang rusak akan tetapi tidak pernah ada jawaban dari pihak perusahaan.
Sebagai Anggota Legisltaif Kabupaten Sekadau, Timotius Ase mengharapkan agar pihak Perusahaan (PT KBP) bisa menambah beberapa unit alat berat lagi yang menurutnya tentu akan membantu pihak perusahaan dalam pemeliharaan jalan poros maupun jalan blok di wilayah kebun PT. KBP. Ia juga meminta kepada pihak pemerintah daerah agar mengambil langkah-langkah strategis terhadap perusahaan, salah satunya, meminta pihak perusahaan untuk menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Media ini sudah
berusaha untuk mengkonfirmasi pihak PT. KBP terkait hal tersebut diatas via telepon
akun Whatsapp namun tidak ada jawaban. (red)